Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

18 November 2010

sepotong sajak untukmu, kekasihku

kekasihku, mata belati dan roncean melati ini memang hanya untukmu
maka, aku hanya mengabarkan luka
betapa ngarai di dadaku tak putus-putus menjatuhkanmu
pada bebal batu dan gemetar tangismu

kekasihku, secangkir kopi dan rindu yang basi ini memang hanya untukmu
maka, ku kunci kau pada lipatan-lipatan ingatan
yang membuatmu terus berseteru
dengan bau busuk masa lalu dan rasa asing
yang berterbaran lewat degup jantungmu

kekasihku, saat kita kembali ke ranjang ini
ingatan kita telah terlampau jauh mengembara
menziarahi waktu dan pintu-pintu
menetak leherku dan detak jantungmu
lalu ranjang ini, menjelma sebuah kota yang tetap sepi
tak ada nama atau tanda-tanda yang kita kenali
selain hujan logam dari matamu
terus-menerus mengikis
meruntuhkan puing-puing tubuhku

Semarang, 18 November 2010

gambar di ambil pada album photo facebook milik d.m.l.v.
http://www.facebook.com/sqlcode#!/album.php?aid=5749&id=100001441290185
 

4 komentar:

Anonim mengatakan...

waw..
keren !!

Doa di Putik Kamboja mengatakan...

matur nuwuuuunn...

Anonim mengatakan...

:)

maaf, kk ank sastra??
kata2nya bgus..

Doa di Putik Kamboja mengatakan...

iya, aku mahasiswa sastra undip.
maaf boleh tahu ini siapa? kok pake anonim? tinggalkanlah link web biar aku bisa blowalking..