Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

24 September 2009

Sebuah Jalan dan Nama di Tubuh Daun

pada jalan, lengang kita tak terpautkan
deru-deru dari nasib waktu
melumat kita,
menjadi serupa debu
bulan menepi di kaca-kaca matamu
aku mendo'a untuk sempat memotongnya
menjadi sabit
yang menetak tubuhku satu persatu

aku menghitung bilangan ganjil
dan mereka-reka kembali ingatan
pada gaib
yang menyekutukan kita
dan melarikan sunyi di kantong-kantong mata

sesekali aku melihatmu di sisi jendela
kau masih berdiri tanpa menoleh sedikitpun
menjabat angin yg resah menyibak daun
dan meruntuhkannya saat hari makin matang

menghitung satu-satu yang gugur
"adakah namaku di tubuh daun?"


Solo, 21/09/09

6 komentar:

Kika mengatakan...

Pakai apa aku bisa menghubungimu..

Doa di Putik Kamboja mengatakan...

pakai apapun yang kau inginkan mas,,,
jika kau ingin mengunjungiku di rumah ini atau beranda, aku akan datang selama aku mendengarnya. jika kamu membutuhkan angka2 di tuts itu akan ku kirim lewat pesan. bagaimana?

penulis sederhana mengatakan...

wah,..ice blog+nive puisi.
ak ngikut ahh,..
salam kenal dan ditunggu kunjungn baliknya Om!

jaka mengatakan...

makasih mas infonya dan salam sukses

tejo mengatakan...

mantap gan infonya dan sangat menarik

sarmin mengatakan...

terimakasih bos infonya dan semoga bermanfaat