Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

15 April 2012

sebuah aquarium dan ikan-ikan yang selalu berlari

aku tak ingin lagi menulis puisi, tentang masa depan kita, Rhi
mengajarimu pergi atau kembali
sebuah tirakat perihal ziarah atau rumah

di ruang tamu, kita berdiri
menatap aquarium yang tetap sepi
ikan-ikan menetes dan berjatuhan dari matamu

"tetaplah seperti ini," bisikmu
"ikan-ikan ini akan hidup atau mati atau mungkin menelusup ke bola-bola matamu"

sepasang bocah dari masalalu
lahir dari rak-rak album foto yang lembab
mereka yang hidup berbahagia
bersenang-senang dan bertengkar dengan bahagia

karna itu, sekali waktu aku ingin berhenti menulis puisi
mamadamkan lampu
duduk dengan sederhana
menatapmu biasa saja
dan membiarkan ikan-ikan dari mataku menetes,
berlompatan,
merenangi gelas-gelas kopi kita

Semarang, 13 April 2012


*Lukisan berjudul The Golden Aquarium karya Eileen Fong. diambil di http://fineartamerica.com/

6 komentar:

Rain mengatakan...

dibaca berapa kalipun, pikiranku tetap meruncing pada ikan-ikan yang menetas.

kok bisa ya?

Doa di Putik Kamboja mengatakan...

menetes rain, bukan menetas...

Rain mengatakan...

oh ya, maksudku menetes
*salah ketik :D

Doa di Putik Kamboja mengatakan...

haha..
bingung jg kalo yg mengajukan pertanyaan ini adalah juga penyair, rain..

sekalipun beda konteks, mungkin ini sama dengan dengan potongan puisi ini "Kita mulai mengutarakan potongan-potongan kata di punggung angin"

Anonim mengatakan...

suka :)

melepas pakaian kita di depan kekasih

Putik Kamboja mengatakan...

saya juga suka itu... hehe...