Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

10 Januari 2009

Kereta di Mata Ibu

menggemuruhkah batu-batu?
saat gerimis perlahan
penanggalan almanak tertahan
dan jejak-jejak sejenak
terhenti di stasiun
kereta tak jalan
tertahan
di sudut matamu

Puisi ini masuk dalam antologi Puisi bersama "Aku Ingin Mengirim Hujan"

2 komentar:

Doa di Putik Kamboja mengatakan...

@Haris; mas maaf tulisan ini saya posting lagi. kayaknya kena spam atau apalah saya juga g ngerti. tiba-tiba aja tulisannya jadi berubah semua. jadi saya hapus.
ya mungkin sekitar tentang perjalanan. yang saat itu tiba-tiba terasa terhenti. dan tersadar bahwa memang berhenti. tapi keretanya udah jalan lagi koq. he2x
menurut mas haris?

mantra_rindu mengatakan...

terkadang ibu memberi kasih sayang dengan cara yang berbeda. poko'e ailopyu