Lagi-lagi hujan pula yang menyuruhmu datang pada sketsa rumahku
Sebelum jejak-jejak angin habis
Sajak-sajakku telah kikis bersama secangkir kopi manis
Yang telah kuhidangkan di meja tamu
Jauh sebelum subuh menepismu
Di depan pintu,
Aku hanya mampu memandangmu lewat celah jendela
Menanti kau masuki ruang-ruang luka
Dari sini telah ku sisakan nama-nama
Yang kubaca dari garis-garis patah di tanganmu
Setiap satu bait kita lahirkan dosa
Semoga saja kau tahu,
Aku hanya ingin membuat Tuhan tertawa
Semarang, 16/01/09
24 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
Salam Kenal
Puisinya bagus banget
ndu, ailopyu
Posting Komentar